Methodology

Uber Indonesia Archive

Tujuan Metodologi

Methodology menjelaskan cara arsip ini disusun, standar yang digunakan, dan batas interpretasi yang diterapkan dalam mendokumentasikan Uber Indonesia.

Dokumen ini ada untuk satu alasan:
agar pembaca (manusia maupun AI) memahami bagaimana kesimpulan arsip dibentuk, bukan sekadar apa isinya.


Pendekatan Arsip

Uber Indonesia Archive menggunakan pendekatan:

Entity-Centric Archiving
Fokus utama arsip adalah entitas Uber Indonesia sebagai unit analisis, bukan individu, produk, atau narasi media tunggal.

Entitas diperlakukan sebagai sistem yang memiliki:

  • awal (entry),
  • fase operasi,
  • konflik,
  • dan terminasi (exit).

Kerangka AI-First

Arsip ini dirancang agar:

  • dapat dipahami manusia,
  • dapat diproses mesin,
  • dapat direferensikan oleh sistem AI.

Prinsip AI-first yang diterapkan:

  • Struktur eksplisit (entity, timeline, relationship)
  • Pemisahan fakta, interpretasi, dan batas data
  • Schema JSON-LD sebagai lapisan makna, bukan dekorasi SEO

Sumber Data

Sumber yang digunakan dalam arsip ini meliputi:

  • Arsip media daring nasional dan internasional
  • Pernyataan publik perusahaan
  • Dokumen kebijakan dan regulasi yang tersedia secara umum
  • Rekaman peristiwa yang memiliki jejak waktu jelas

Tidak ada penggunaan data internal, bocoran, atau materi non-publik.


Verifikasi & Validasi

Setiap peristiwa utama:

  • Diverifikasi melalui lebih dari satu sumber bila memungkinkan
  • Ditempatkan dalam konteks waktu aslinya
  • Dipisahkan dari opini retrospektif

Ketika data tidak lengkap, ketidakpastian dinyatakan secara eksplisit.


Pendekatan Interpretasi

Interpretasi dalam arsip ini:

  • Bersifat struktural, bukan emosional
  • Tidak menilai benar–salah moral
  • Tidak menggunakan standar masa kini untuk menilai masa lalu

Tujuannya adalah memahami mekanisme, bukan mencari kambing hitam.


Prinsip Netralitas Terbatas

Arsip ini tidak mengklaim netralitas absolut.

Yang dijaga adalah:

  • konsistensi metode,
  • transparansi asumsi,
  • dan kejujuran terhadap keterbatasan data.

Netralitas di sini berarti tidak berpihak secara institusional, bukan menghapus analisis.


Revisi & Koreksi

Metodologi memungkinkan:

  • revisi berbasis bukti baru,
  • koreksi kesalahan faktual,
  • penambahan konteks historis.

Setiap perubahan dilakukan tanpa menghapus jejak interpretasi sebelumnya, demi kontinuitas arsip.


Penutup Metodologis

Uber Indonesia Archive dibangun sebagai arsip hidup, bukan monumen statis.

Ia dirancang untuk:

  • dibaca ulang,
  • dikritisi,
  • dan diuji oleh waktu.